Mengutip AFP, Jumat (14/2), pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal IV 2019 terpantau stagnan. Pasalnya, kinerja industri berorientasi ekspor terus membebani pertumbuhan ekonomi Jerman.
Kementerian Ekonomi Jerman mengatakan kinerja industri lesu karena pesanan manufaktur juga cenderung loyo pada akhir tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, beberapa analis menilai capaian pertumbuhan ekonomi 2019 patut dirayakan. Mengingat Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman tercatat negatif 0,4 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2019.
"Kinerja ekonomi yang stagnan pada kuartal empat merupakan keberhasilan kecil, mengingat kinerja industri menyusut signifikan," kata Kepala Ekonom Bank KfW Grup Fritzi Koehler-Geib.
Akan tetapi, ekonomi Jerman berhasil diselamatkan dari kejatuhan tajam berkat tingkat pengangguran yang hampir mencapai posisi terendah dalam sejarah. Bertambahnya golongan kerja membuat pengeluaran publik meningkat sehingga konsumsi ikut terkerek naik.
Pada 2020, ekonom memprediksi ekonomi Jerman baru akan bangkit di semester pertama. Sebab, penyebaran wabah Virus Corona diramal akan membebani ekonomi Jerman pada kuartal I 2020. Untuk diketahui, ekspor Jerman ke China berkontribusi sekitar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Kinerja ekonomi Jerman pada kuartal I 2020 sangat tergantung pada pengaruh Virus Corona pada ekonomi China dan ekspor Jerman ke China," kata ekonom Commerzbank Joerg Kraemer.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)