"Angkanya tidak spektakuler tapi kemauan mereka masuk beri confidence kepada perusahaan Amerika. Itu yang paling penting," kata Luhut seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/2).
Nantinya, investasi DFC akan masuk ke Indonesia melalui skema dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) yang tengah digodok oleh pemerintah. Namun, lembaga keuangan itu juga bisa langsung berinvestasi pada proyek secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, DFC menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial untuk digarap. Selama ini, investasi lembaga keuangan itu memang menyasar negara berkembang.
Sebagai informasi, DFC memiliki dana investasi dari pemerintah AS sebesar US$60 miliar (sekitar Rp840 triliun) dan bisa berkembang empat hingga lima kali lipat menjadi 200 miliar dolar AS (sekitar Rp2.800 triliun, kurs Rp14.000).
Lembaga itu bahkan berniat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta untuk membuktikan keseriusan untuk menggarap potensi investasi di Tanah Air.
[Gambas:Video CNN]
(antara/sfr)