Penelitian dari Amerika Serikat (AS) Pew Research Center bahkan menyebut kencan online telah berkontribusi membentuk konsumsi baru rumah tangga. Misalnya, riset mencontohkan umumnya pasangan yang menikah buru-buru membeli rumah untuk kehidupan bersama keluarga baru.
Namun, tidak demikian dengan pasangan era sekarang, yang memilih menunda pernikahan karena alasan finansial yang belum matang. Mereka ini cenderung untuk menyewa sebuah rumah atau apartemen, menjalani hubungan dengan pasangan sambil memikirkan masa depan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa? Karena pria lajang ingin tampil lebih menarik dalam gambar profil aplikasi kencan. Sementara, parfum tidak tercium lewat swafoto (selfie) mereka," terang dia.
Keuntungan yang diperoleh aplikator kencan online terus bertambah dari kerja sama yang terjalin dengan restoran, tempat hiburan, hingga toko kosmetik ketika mereka memfasilitasi pengguna untuk bertransaksi.
"Untuk kencan di New York, Anda menghabiskan setidaknya US$100, mungkin US$200. Tinder mendapat 59 sen setiap hari per pengguna yang berlangganan. Berapa persen yang bisa diambil Tinder jika mereka membantu memfasilitasi transaksi tersebut? Ini bukan tentang masalah sosial yang hebat, tetapi juga dampak ekonomi yang besar," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(bir)