Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengungkap fase ini akan memiliki terowongan sepanjang 2,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Sarinah.
"Terowongan sepanjang 2,8 kilometer dari Bundaran HI sampai ke Sarinah. Ditambah dengan dua stasiun bawah tanah, yaitu stasiun Thamrin dan Monas. Nilai kontrak pekerjaan ini adalah sekitar Rp4,5 triliun dan akan dikerjakan selama 58 bulan dengan target penyelesaian pada Desember 2024," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kondisi fisik ini harus ditangani dengan hati-hati. Metode pembangunan juga harus lebih baik dan kuat sehingga membutuhkan waktu. Kami pastikan bahwa pembangunan ini on schedule dan on quality," papar Silvia.
Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.
Penandatangan kontrak pekerjaan CP 201 antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan Shimizu - Adhi Karya JV (SAJV) menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan Fase 2A.
Dalam kontrak tersebut terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 kilometer untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni.
[Gambas:Video CNN]
(age/sfr)