"Keluarga besar Bank OCBC NISP menyampaikan berita dukacita atas meninggalnya Bapak Karmaka Surjaudaja (Kwee Tjie Hoei). Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang ramah, rendah hati dan bersahaja," tulis peryataan tersebut, Senin (17/2).
Karmaka lahir di Provinsi Fujian, China, pada 29 April 1934. Dia merupakan pendatang asal China yang kemudian hijrah dan tinggal di Bandung, Jawa Barat. Dikutip dari berbagai sumber, Karmaka rela menunda keinginannya untuk kuliah agar adik-adiknya dapat tetap bersekolah. Ia pun bekerja untuk membiayai sekolah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jabatan tersebut dilimpahkan kepadanya karena bank yang didirikan pada 1941 dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank itu tengah mengalami krisis. Ia pun dipercaya untuk membenahi perusahaan perbankan tersebut.
Keberhasilannya membawa perusahaan melewati krisis, membuat Karmaka diangkat menjadi Presiden Direktur pada 1971. Pada tahun 1997, Karmaka kemudian mengalihkan kepemimpinannya kepada putranya, Pramukti Surjaudaja, yang saat itu sudah menjabat sebagai Managing Director.
Selain aktif dan berjasa di bisnis perbankan, Karmaka juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menjadi pengurus berbagai organisasi sosial, di antaranya Yayasan Hati Indonesia Jawa Barat, Yayasan Stroke Indonesia Jawa Barat, Asosiasi Pengusaha Taiwan, dan Dewan Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia.
Karmaka juga menjadi orang tua asuh dari lebih dari 1.600 sarjana/pasca sarjana di Indonesia.
Semasa hidup, Karmaka merupakan bankir senior yang paling dihormati, terutama di kalangan keluarga besar Bank OCBC NISP. Atas pengabdiannya selama lebih dari 40 tahun, OCBC Bank sebagai pemegang saham utama, menganugerahkan Karmaka dengan gelar Chairman Emeritus.
[Gambas:Video CNN]
(ang/age)