Syahrul mengatakan isu tersebut membuat para pendagang menyimpan bawang untuk mengantisipasi kehabisan stok apabila impor dari China dihentikan. Pembeli pun berbelanja lebih cepat akibat panik apabila stok bawang tak akan mencukupi.
"Ini menurut saya ada kepanikan publik, distributor mengurangi jatah ke pasar, karena takut besok, karena corona, tidak ada lagi impor yang bisa masuk. Publik juga seperti itu, karena takut kehilangan bawang putih, sehingga membeli lebih cepat," kata Syahrul saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian ia pun merasa optimis stok bawang putih akan tercukupi hingga 3 bulan mendatang.
Dalam mengantisipasi permasalahan lonjakan harga itu, Syahrul menyebut pihaknya telah mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada Januari 2020 lalu sebagai alternatif pasar untuk mengimpor bawang putih dari negara lain selain China. Ia berharap, langkah tersebut dapat setidaknya mengurangi peningkatan harga bawang yang tinggi di pasar.
"Tapi karena desakan yang ada, kami mengeluarkan RIPH. Ini sudah keluar, mudah-mudahan ini bisa jadi langkah yang mungkin bisa mengurangi lonjakan harga," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)