Direktur Utama Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas alias Tony Wenas mengatakan selain manfaat langsung, perusahaan tambang itu juga menyumbang manfaat tidak langsung. Dari manfaat tidak langsung, Indonesia menerima kurang lebih US$41,9 miliar.
"Ada manfaat tidak langsung seperti pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri," tuturnya, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Indonesia resmi memiliki 51,23 persen saham Freeport Indonesia pada 2018 lalu. Selama ini, negara hanya mempunyai 9,36 persen saham Freeport Indonesia, sementara 90,64 persen sisanya masih dikuasai oleh Freeport-McMoran.
Dari 51,23 persen saham Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) menguasai 26,23 persen secara langsung. Sementara, 25 persen saham sisanya akan dimiliki oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang merupakan perusahaan patungan Inalum dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Mimika dan Pemprov Papua. Kepemilikan saham IPMM terdiri dari 60 persen dikuasai Inalum dan 40 persen BUMD Papua.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)