Pernyataan tersebut disampaikan Ririek saat menjawab pertanyaan beberapa anggota Komisi VI terkait pernyataan Erick Thohir tersebut.
"Beliau ingin Telkom bertransformasi ke depan. Kami sudah punya rencana itu, tapi beliau ingin lebih cepat lagi," kata Ririek saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada era digital saat ini, tergelarnya infrastruktur 100 persen fiber optik itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan broadband berkualitas, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan digital yang jauh lebih baik," ujar Zulhelfi Abidin dalam keterangan resmi.
Modernisasi jaringan ke fiber optik itu akan menjadi landasan penting dalam penyediaan layanan digital baik digital platform maupun services, yang dapat diakses melalui jaringan fixed broadband maupun seluler berkecepatan tinggi 3G/4G. Hal ini sekaligus menjadi langkah perseroan dalam menyiapkan layanan 5G.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Erick meminta Telkom untuk berubah menghadapi disrupsi teknologi. Pasalnya, era disrupsi teknologi tidak bisa dihentikan dan menjadi komponen penting berjalannya suatu bisnis.
Erick menegaskan Telkom tidak bisa bergantung pada pendapatan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Saat ini, sebesar 70 persen pendapatan Telkom berasal dari dividen dan laba Telkomsel.
"Mendingan enggak ada Telkom. Langsung aja (Telkomsel) dimilik Kementerian BUMN. Dividennya jelas. Karena itu, kami berharap ke depannya Telkom berubah," ujarnya, Rabu (12/2) lalu.