Jamkrindo Optimistis Kembali Capai Target pada 2020

Jamkrindo, CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 13:19 WIB
Jamkrindo Optimistis Kembali Capai Target pada 2020 Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto (tengah) dalam acara Pemaparan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Tahun 2019 di Gedung Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2). (Foto: Dok. Jamkrindo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Jamkrindo menunjukkan kinerja bisnis yang solid dan prospek yang bagus di tahun 2019 dengan berhasil membukukan laba sebelum pajak (earning before tax/EBT) sebesar 51 persen. Berkaca pada capaian tersebut, Jamkrindo optimistis bisa mencapai target yang sudah ditetapkan pada 2020.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengaku sudah menyiapkan strategi bisnis untuk bisa mencapai target, mengingat 2020 merupakan tahun penuh tantangan.

"Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal dilakukan antara lain memperkuat portofolio produk existing dan baru, memperkuat sinergi BUMN, melakukan penjaminan yang berorientasi pada profitabilitas, serta memperkuat dan mengembangkan jejaring kemitraan," ujar Randi dalam acara 'Pemaparan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Tahun 2019' di Gedung Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).


Randi melanjutkan, tahun ini Jamkrindo memiliki target volume penjaminan hingga Rp231,5 triliun, tumbuh 13,5 persen dari realisasi tahun 2019. Rincian penjaminan KUR Rp95 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp136,5 triliun.

"Untuk meningkatkan motor pertumbuhan penjaminan tahun ini, sektor yang digerakkan adalah sektor produksi, jasa perdagangan, konstruksi, dan usaha nonproduktif. Sementara penjaminan di sektor produksi didorong melalui KUR dan kredit komersial lainnya."

Sementara, penjaminan di sektor jasa dan perdagangan digerakkan oleh penjaminan kredit ritel komersial, penjaminan kredit super mikro, kredit program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), serta Kredit Ultra Mikro (UMi).

"Penjaminan di sektor konstruksi didorong oleh suretyship dan kontra bank garansi dan usaha nonproduktif tahun ini masih didorong oleh penyaluran FLPP dan pinjaman multiguna," ujarnya.

Sebagai informasi, Jamkrindo berhasil membukukan laba 51 persen yang ditunjukkan dari kenaikan EBT tahun 2018 sebesar Rp 508,28 miliar, tumbuh menjadi Rp 765,71 miliar pada 2019.

Selain itu, kinerja positif juga ditunjukkan dari sisi volume penjaminan mencapai Rp203,99 triliun, meningkat 17 persen (yoy) dari realisasi volume penjaminan tahun 2018 sebesar Rp174,74 triliun. Volume penjaminan tersebut terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun dan penjaminan non-KUR Rp144,98 triliun. (fef)