Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengaku sudah menyiapkan strategi bisnis untuk bisa mencapai target, mengingat 2020 merupakan tahun penuh tantangan.
"Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal dilakukan antara lain memperkuat portofolio produk existing dan baru, memperkuat sinergi BUMN, melakukan penjaminan yang berorientasi pada profitabilitas, serta memperkuat dan mengembangkan jejaring kemitraan," ujar Randi dalam acara 'Pemaparan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Tahun 2019' di Gedung Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk meningkatkan motor pertumbuhan penjaminan tahun ini, sektor yang digerakkan adalah sektor produksi, jasa perdagangan, konstruksi, dan usaha nonproduktif. Sementara penjaminan di sektor produksi didorong melalui KUR dan kredit komersial lainnya."
"Penjaminan di sektor konstruksi didorong oleh suretyship dan kontra bank garansi dan usaha nonproduktif tahun ini masih didorong oleh penyaluran FLPP dan pinjaman multiguna," ujarnya.
Sebagai informasi, Jamkrindo berhasil membukukan laba 51 persen yang ditunjukkan dari kenaikan EBT tahun 2018 sebesar Rp 508,28 miliar, tumbuh menjadi Rp 765,71 miliar pada 2019.
Selain itu, kinerja positif juga ditunjukkan dari sisi volume penjaminan mencapai Rp203,99 triliun, meningkat 17 persen (yoy) dari realisasi volume penjaminan tahun 2018 sebesar Rp174,74 triliun. Volume penjaminan tersebut terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun dan penjaminan non-KUR Rp144,98 triliun. (fef)