Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rilis kartu akan dilakukan di tiga provinsi, yaitu Bali, Sulawesi Utara, Kepulauan Seribu. Pemerintah kini sedang mempersiapkan peraturan pelaksana program berbentuk perpres.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk petugas pelaksana proyek (Project Manager Office/PMO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bilang kartu prakerja akan menyasar dua juta penerima. Penerima itu terbagi atas dua kelompok.
Kelompok pertama, sebanyak 1,5 juta penerima yang mendaftar secara digital melalui situs perekrutan program. Sisanya, sebanyak 500 ribu penerima akan dijaring secara manual melalui pendaftaran langsung seperti melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan yang dimiliki oleh kementerian/lembaga dan swasta.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Airlangga menyatakan kartu prakerja baru akan diluncurkan secara nasional pada Agustus 2020 mendatang. Ini artinya, ada percepatan penerbitan kartu khusus di tiga daerah.
Penerima manfaat kartu prakerja nantinya akan mendapatkan pelatihan dengan nilai Rp3 juta-Rp7 juta. Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp10 triliun untuk kartu prakerja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. (aud/agt)