Pemisahan bisnis Prudential Plc dimaksudkan untuk meningkatkan investasi, termasuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis dan mendorong valuasi perusahaan.
Dalam surat yang dikirimkan pada 24 Februari 2020, Third Point mengaku kecewa dengan kinerja keuangan Prudential. Ada tiga hal yang menurut perusahaan aset manajemen pimpinan Daniel Loeb tersebut mengecewakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemegang saham juga meminta direksi Prudential menghilangkan biaya, seperti duplikasi biaya pusat basis operasional di Inggris.
"Terakhir, melengkapi PruAsia dengan kepemimpinan lokal di tingkat manajemen dan dewan, serta memperkenalkan skema insentif di Jakson National Life yang dapat menghasilkan valuasi jangka panjang sebagai entitas independen," jelasnya.
"Saya sangat gembira dengan pertumbuhan jangka pendek di Indonesia dan Malaysia, dua pasar yang menunjukkan percepatan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir," imbuh dia.
Di Asia, Prudential menyediakan asuransi dengan pangsa pasar di Indonesia dan Malaysia masing-masing mencapai 30 persen.
[Gambas:Video CNN]
"Di Indonesia, secara khusus, kami melihat perubahan strategi kekuatan agen dan produk akan mendorong produktivitas ke depan, dan menolong potensi tekanan penjualan jangka pendek di pasar Hong Kong," tulisnya.
Saat ini Daniel Loeb menilai kekuatan agensi Prudential di Asia menjadi keunggulan. Ada lebih dari 325.000 agen Prudential yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Catatan.
Third Point sendiri menggenggam saham Prudential LLC kurang dari 5 persen. Perusahaan yang berbasis di New York tersebut tercatat mengelola dana senilai US $ 14 miliar. (sfr)