Investor tersebut rata-rata perusahaan besar. Mereka memiliki bisnis beragam, mulai dari listrik hingga kendaraan.
"Saya baru dikirim list-nya, sudah hampir 30 perusahaan besar yang ingin berpartisipasi. Mereka dari Amerika ingin masuk, Jepang masuk, Abu Dhabi (UEA) masuk, Singapura, banyak sekali," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah hanya mampu membiayai 19 persen saja. Jokowi berharap kekurangan pembiayaan ibu kota baru nantinya bisa ditutup oleh investasi swasta dan BUMN.
[Gambas:Video CNN]
Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul berita ini pada Rabu (26/2) usai klarifikasi pihak terkait.
(agt)