Mengutip Antara, Jumat (28/2), minyak mentah berjangka Brent turun US$1,25 atau 2,3 persen ke posisi US$52,18. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,64 atau 3,4 persen menjadi US$47,09 per barel.
Untuk pertama kalinya, jumlah infeksi baru virus corona yang dilaporkan di luar China melebihi kasus baru di China pada awal pekan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa setiap negara tidak boleh membuat kesalahan dengan berasumsi akan terhindar dari virus mematikan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebetulnya, pasar minyak memiliki penawar, yaitu pemotongan produksi tambahan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, atau OPEC+.
Tak hanya pasar minyak mentah, aset risiko tinggi lainnya juga merosot. Indeks S&P 500 mengalami kerugian terbesar sejak Agustus 2011. Penyebabnya, investor melarikan diri ke aset yang aman seperti obligasi pemerintah dan emas.
[Gambas:Video CNN]
(bir)