Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,28 persen, baht Thailand 0,23 persen, dan yen Jepang 0,16 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura juga turut menguat 0,05 persen, dan juga ringgit Malaysia 0,04 persen. Di sisi lain, pelemahan hanya terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,03 persen, sedangkan lira Turki di posisi stagnan terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu ditunjukkan dari tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor yang terus merosot mengindikasikan banyak pihak membeli obligasi untuk mengamankan nilai aset. Diketahui, tingkat imbal hasil obligasi AS sempat ke level 1,235 persen, yakni terendah sepanjang masa.
"Sentimen virus corona kelihatannya masih belum membaik. Tekanan terhadap aset berisiko karena peningkatan penyebaran wabah virus corona di luar China masih besar," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (28/2).
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)