Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Senin (2/3), konsumen kesulitan untuk membeli masker dan hand sanitizer di beberapa gerai ritel di pusat perbelanjaan Pejaten Village, Jakarta.
"Masker dan hand sanitizer habis. Aku sudah keliling Hypermart habis, Watson habis, Guardian habis," ujar Katri Adiningtyas, salah satu pengunjung Pejaten Village, kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Habis ini aku mau ke Lotte di Kuningan," jelasnya.
Tak hanya di toko ritel fisik, stok masker dan cairan pembersih tangan juga menipis di e-commerce. Hal itu dikeluhkan oleh Yuliyanna saat ingin membeli masker di salah satu mitra besar e-commerce. Tadinya, ia mengunjungi toko online ritel besar seperti Watson dan Guardian. Namun, ia kehabisan.
[Gambas:Video CNN]
"Tadi aku beli di Shopee, pas buka tokonya stoknya (masker) masih 100-an. Pas mau check out bayar, habis," tuturnya.
Setelahnya, ia memutuskan untuk mencari penjual lain. Di beberapa penjual besar, harga 1 pack isi 50 lembar masker sudah mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari yang biasanya Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Beruntung, ia menemukan penjual dengan skala kecil yang masih menjual di kisaran Rp27 ribu per kemasan yaitu di medinastore.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengonfirmasi dua warga negara Indonesia (WNI), seorang Ibu berumur 64 tahun dan anaknya, terpapar virus berkode covid-19. Mereka diduga tertular karena sempat berinteraksi dengan seorang warga negara (WN) Jepang yang positif mengidap virus tersebut.
Cara untuk mencegah penularan virus corona. (CNN Indonesia/Fajrian). |
Menteri Kesehatan Terawan Putranto menerangkan masker bedah sebaiknya digunakan oleh warga yang sakit. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko menularkan penyakit ke orang lain.
"Keputusannya dari WHO itu, yang sakit yang pakai masker. Kalau yang sehat, ndak usah," terang Terawan di Istana Negara, Senin (2/3). (sfr/bir)
Cara untuk mencegah penularan virus corona. (CNN Indonesia/Fajrian).