Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan langkah pertama bank sentral akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan melalui skema 'triple intervension'. Ketiganya meliputi intervensi di pasar spot, transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date (ytd), BI tercatat telah memborong SBN sebesar Rp103 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, BI menurunkan GWM rupiah sebesar 50 basis poin (bps) dari 5,5 persen menjadi 5 persen bagi perbankan yang menyalurkan pembiayaan ekspor dan impor. Sebab, eksportir dan importir kesulitan lantaran China merupakan negara tujuan ekspor dan impor utama Indonesia.
Perry menuturkan importir terpaksa membeli barang dari negara selain China dengan harga relatif lebih tinggi. Kebijakan ini berlaku selama 90 hari sejak 1 April 2020.
Keempat, BI memperluas cakupan underlying transaksi bagi investor asing dalam melakukan lindung nilai termasuk DNDF. Perluasan underlying yang dimaksud adalah investor asing yang melepas SBN dapat memasukkan dalam rekening rupiah di Indonesia dan menggunakannya sebagai underlying transaksi DNDF.
"Sehingga bagi investor asing tidak perlu melakukan lindung nilai melalui off shore (luar negeri)," paparnya.
Kelima, BI mempersilahkan investor global untuk menggunakan bank kustodian global maupun domestik dalam berinvestasi di Indonesia.
Inflasi Sesuai Sasaran
Meskipun dunia tengah digegerkan dengan penyebaran virus corona, BI memprediksi tingkat inflasi tetap sesuai target yang ditetapkan, yakni 3 persen plus minus 1 persen di 2020. Perry menuturkan terdapat empat alasan target inflasi sesuai sasaran.
Pertama, ia menuturkan permintaan dalam negeri masih lebih rendah dari kapasitas produksi atau disebut sebagai kesenjangan output masih negatif.
[Gambas:Video CNN]
"Sehingga kenaikan permintaan terhadap inflasi dampaknya kecil," katanya.
Kedua, harga barang-barang impor juga turun di tengah kemunculan virus corona, sehingga dampak harga impor terhadap inflasi juga rendah. Ketiga, BI meyakini dampak pelemahan nilai tukar rupiah kepada inflasi juga rendah.
"Kami yakin pelemahan rupiah dalam short term (jangka pendek) karena disebabkan kenaikan premi risiko di global, bukan karena faktor fundamental," ucapnya.
Terakhir, BI berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas tingkat inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi menurun dari Januari 2020 sebesar 0,39 persen.
Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,66 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,98 persen pada Februari 2020.
Penularan virus corona bisa melalui batuk, bersin, dan berjabat tangan. (CNN Indonesia/Fajrian). |
(ulf/sfr)
Penularan virus corona bisa melalui batuk, bersin, dan berjabat tangan. (CNN Indonesia/Fajrian).