Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Senin (2/3), dari sejumlah apotek yang ada di sepanjang Jalan Godean Yogyakarta, tak ada satu pun yang menyediakan stok masker. Bahkan, sebagian dari mereka telah menempel tulisan "Masker Kosong" atau "All Masker Habis" di depan apotek.
Salah seorang penjaga Apotek dan Alat Kesehatan Jaya Medika Yogyakarta, Sulistya mengaku tak menjual masker sejak sebulan terakhir karena tidak ada stok yang dipasok dari distributor. Sementara, masyarakat hampir setiap hari ingin membeli masker di tempatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, kata Kuswardani, kebutuhan masker masyarakat di Yogyakarta tak hanya karena kekhawatiran terhadap penularan virus corona, tetapi juga untuk pelindung dari polusi udara karena asap kendaraan bermotor, maupun saat Gunung Merapi sedang mengeluarkan abu vulkanik.
"Harapan kami, pengendalian harga masker dan stok masker bisa normal kembalin dengan mengutamakan kebutuhan untuk masyarakat, khususnya di Yogyakarta," ucap Kuswardani.
Ia juga berpendapat masker sebenarnya bukan satu-satunya alat pelindung diri dari penyakit menular, termasuk yang disebabkan oleh virus corona.
"Untuk pengaman bisa juga memakai kain yang tiap hari dicuci," tegasnya.
Namun demikian, Endang memperkirakan, dalam enam bulan ke depan, stok masker di Puskesmas-Puskesmas kota Yogyakarta masih tercukupi.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) terinfeksi virus corona. Dua orang ibu dan anak itu diduga tertular karena berinteraksi dengan warga negara Jepang yang lebih dulu dinyatakan terinfeksi virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/sfr)