Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.222 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Senin (2/3), yakni Rp14.413 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, lira Turki melemah 0,58 persen, baht Thailand 0,48 persen, yuan China 0,29 persen dan rupee India 0,41 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah hari ini masih disebabkan oleh sentimen lonjakan virus corona di luar China (covid-19).
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lonjakan kasus infeksi baru di luar China dikabarkan 9 kali lebih tinggi dibandingkan di China dalam 24 jam terakhir.
"Pelemahan mata uang garuda disebabkan pasar merespon data eksternal terutama laporan WHO tentang lonjakan virus corona," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (3/3).
Meski demikian, Ibrahim menyebut terdapat juga sentimen positif dari pernyataan-pernyataan dan kebijakan Bank di berbagai negara untuk menekan dampak covid-19.
Ibrahim mengatakan, pasar telah merespon positif tindakan Reserve Bank of Australia (RBA) yang telah memangkas suku bunga resmi (OCR) sebesar 25 bps ke rekor terendah 0,50 persen.
[Gambas:Video CNN]
Bank of Japan (BoJ) juga disebutnya telah menyatakan rencana untuk menyediakan likuiditas yang cukup dan memastikan stabilitas di pasar keuangan melalui operasi pasar yang tepat dan pembelian aset.
Sementara, Bank of England telah mengeluarkan pernyataan pada hari Senin (2/3) lalu yang menyebut bakal mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.310 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/3) esok.