Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden ADB Masatsugu Asakawa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).
"ADB mendorong transformasi ekonomi yang dilakukan bapak presiden, baik melalui RUU Cipta Kerja maupun Perpajakan, bisa mendapatkan support dari ADB untuk implementasinya. Itu berupa pelatihan hingga dukungan pendanaan," ujar Airlangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara lain bisa belajar dari Indonesia tentang kebijakan publik, salah satunya terkait akselerasi infrastruktur," ucapnya.
ADB sebelumnya telah berkomitmen memberikan pinjaman ke Indonesia sebesar US$2,7 miliar atau setara Rp38,47 triliun (berdasarkan kurs Rp14.250 per dolar AS) pada tahun ini. Komitmen tersebut meningkat dari sebelumnya sekitar US$1,7 miliar.
[Gambas:Video CNN]
Pinjaman ini akan diberikan ke sektor prioritas pembangunan Indonesia. Mulai dari konektivitas infrastruktur, perubahan iklim, kualitas sumber daya manusia, transformasi sumber energi, hingga pembiayaan hijau.
Sebagai informasi, pemerintah telah menyerahkan draf omnibus law RUU Ciptaker dan RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Ekonomi kepada DPR. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pembahasan kedua ruu tersebut dapat diselesaikan sebelum paruh pertama tahun ini berakhir.