Sejak tahapan awal proses rekrutmen, pendaftaran online hingga pengembalian formulir, tercatat 17 ribu pencari kerja yang mendaftar. Rata-rata usia mereka berkisar antara 22 tahun hingga 40 tahun.
Bidang pekerjaan yang ditawarkan beragam, dari manufaktur, mebel hingga perikanan. Hampir keseluruhan para pencari kerja ini tak menggubris wabah Corona yang tengah melanda Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:The Fed Pangkas Bunga Acuan 50 Basis Poin |
"Orang tua mengijinkan. Maka sayanya hati-hati juga. Takut ya takut, tapi kan ini karena kerjaan", ujar Dewi.
Kepala BP3TKI Jawa Tengah AB Rahman menyatakan Jawa Tengah adalah provinsi di urutan pertama sebagai yang paling banyak mengirim TKI ke Korea Selatan. Terkait Corona, sampai detik ini, tidak ada TKI yang bekerja di Korea yang minta dipulangkan.
[Gambas:Video CNN]
"Tadinya saya berpikirnya juga pasti sepi peminat. Tapi malah padat begini jumlahnya, mungkin karena tawaran gaji tinggi, jadi isu Corona tak diperhatikan. TKI yang sudah di Korea, juga tidak ada yang minta dipulangkan karena takut Corona", kata Rahman.
Di sisi lain, pihak BP3TKI juga sangat selektif dalam proses rekrutmen. Khusus terkait Corona, ada beberapa tahapan tes kesehatan yang harus dilalui dan yang terakhir adalah pemeriksaan sebelum berangkat.
"Karena Corona, tes kesehatan kita tingkatkan. Akan ada beberapa tahapan dan terakhir pemeriksaan sebelum berangkat", tambah Rahman.
Virus corona tengah mewabah di China dan beberapa negara di penjuru dunia, termasuk Korea Selatan. Sampai dengan Rabu (4/3) ini, virus sudah membunuh 3.162 orang. Dari jumlah tersebut, 28 kematian di antaranya terjadi di Korea Selatan.