Perintah dirasa perlu karena situasi saat ini sedang tidak normal setelah pengumuman dua WNI positif terinfeksi virus corona.
"Pasokan harus cukup. Ini sebentar lagi dihadapkan pada yang namanya Ramadan. Hati-hati loh ini. Kebutuhan pasokan bukan hanya untuk industri, tapi juga konsumsi," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah masyarakat berbelanja bahan-bahan pokok dalam jumlah banyak di toko ritel. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen-15 persen pada Senin (2/3) kemarin.
"Masyarakat sudah khawatir virus corona, jangan sampai khawatir lagi karena pasokan barang tidak ada (saat Ramadan). Ini berbahaya. Tolong sekali lagi kerja jangan berdasarkan rutinitas," tegas Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Jokowi juga mewanti-wanti virus corona bisa berdampak pada inflasi. Jika ketersediaan pasokan kurang, otomatis harga jual akan meningkat di pasaran.
"Inflasi sudah dijaga dalam lima tahun ini, jangan sampai terganggu karena hal ini (virus corona). Bawang putih saja sudah menyumbang inflasi yang tidak kecil," ucap Jokowi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi menurun dari Januari 2020 sebesar 0,39 persen.
Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,66 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,98 persen pada Februari 2020.
"Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah bawang putih dengan andil 0,09 persen, cabai merah 0,06 persen, daging ayam ras dan jeruk masing-masing berandil 0,02 persen," ungkap Yunita.
Ia menyatakan kenaikan harga bawang putih yang menyumbang inflasi nasional terjadi karena wabah virus corona. Hal ini membuat distribusi pasokan bawang putih terganggu, sehingga menekan pasokan dan mengerek harga bawang putih di Indonesia. (aud/agt)