Jokowi memerintahkan jajarannya di Kabinet Indonesia Maju untuk membuat sejumlah program untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem demi merealisasikan target tersebut. Ia meminta agar program yang dibuat juga tepat sasaran.
"Karena itu data tentang siapa dan di mana warga Indonesia ini harus akurat, sehingga program yang dibuat bisa benar-benar disasarkan pada kelompok yang diinginkan," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa program yang dimaksud, antara lain jaminan kesehatan nasional (JKN), program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bantuan pangan non tunai (BPNT), bank wakaf mikro, dan dana desa.
Selain itu, ia meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta ikut andil dalam membuat program pengentasan kemiskinan. Dengan kerja sama semua pihak, Jokowi optimistis targetnya pada 2024 mendatang bisa terealisasi.
Sebagai informasi, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia sampai dengan September 2019 mencapai 24,79 juta orang. Angka tersebut menurun 0,88 juta orang dibandingkan dengan September 2018.
Meskipun turun, BPS mencatat disparitas kemiskinan antar daerah dan kota di Indonesia masih tinggi. Tercatat, persentase kemiskinan kota masih mencapai 6,56 persen. Sementara itu untuk desa, tingkat persentase penduduk miskin mencapai 12,6 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)