Izin impor juga diberikan untuk menjaga pasokan bawang putih yang menurun akibat penyebaran wabah virus corona.
"Masyarakat jadi khawatir, sulit untuk ke luar rumah sehingga terjadi kepanikan dalam berbelanja bahan pokok. Namun, saya imbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengambil sikap, termasuk untuk tidak melakukan panic buying," kata Agus di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penguatan regulasi Kemendag, antara lain dengan mengatur harga acuan, HET, distribusi bahan pokok, dan pemantauan dan pengawasan," jelasnya.
Agus mengklaim pihaknya telah menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga nilai inflasi pangan dalam 3 tahun terakhir.
"Inflasi dapat terkendali di bawah 5 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang cukup mengganggu kelancaran produksi dan distribusi pangan khususnya 2019 lalu," katanya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan, perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, beserta pelaku usaha agar pasokan dan harga barang pokok tetap terkendali.
Rencananya, Agus akan menurunkan Tim Penetrasi Pasar ke 205 pasar di 82 kabupaten untuk mengawal kelancaran dan kecukupan pasokan barang pokok di pasar hingga lebaran.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan potensi kurangnya pasokan, maka tim akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satgas pangan serta perum Bulog untuk segera menyuplai langsung kepada para pedagang di pasar.
Perintah dirasa perlu karena situasi saat ini sedang tidak normal setelah pengumuman dua WNI positif terinfeksi virus corona.
"Pasokan harus cukup. Ini sebentar lagi dihadapkan pada yang namanya Ramadan. Hati-hati loh ini. Kebutuhan pasokan bukan hanya untuk industri, tapi juga konsumsi," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)