Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent turun 73 sen ke posisi US$51,13 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 40 sen menjadi US$46,78 per barel.
OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, atau dikenal sebagai OPEC+ akan bertemu di Wina, Austria pada 5-6 Maret. Mereka akan mengadakan pertemuan para menteri guna meninjau kebijakan produksi minyak mentah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kebijakan The Fed Diramal Angkat IHSG |
"OPEC dan non-OPEC perlu melakukan semua upaya mereka untuk menyeimbangkan pasar," katanya.
Kondisi tersebut membuat beberapa lembaga internasional menurunkan proyeksi harga minyak. Goldman Sachs merevisi turun harga Brent menjadi US$45 per barel pada April. Secara bertahap, harganya diyakini pulih menjadi US$60 dolar per barel pada akhir tahun.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Morgan Stanley memangkas prediksi Brent menjadi US$55 per barel dan WTI menjadi US$50 pada kuartal II 2020 karena penurunan permintaan.
Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan pasar akan terbebani penurunan permintaan minyak akibat virus corona.
"Saya tidak melihat permintaan minyak pulih ke tingkat pra-virus selama beberapa bulan. Kemunculan wabah baru di Eropa dan AS akan menyebabkan gangguan perjalanan dan menghancurkan permintaan minyak," ucapnya.