Menurutnya, tingkat bunga kredit bank perlu segera turun karena pemerintah telah meluncurkan paket stimulus ekonomi di tengah tekanan virus corona kepada dunia usaha dan masyarakat. Stimulus itu diberikan dalam bentuk insentif fiskal dan ekonomi riil.
Kemudian, di sisi moneter, Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR). Selain itu, bank sentral juga telah melonggarkan batas cadangan kas bank di BI atau yang dikenal dengan istilah Giro Wajib Minimum (GWM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu program pemerintah adalah replanting (perkebunan sawit), ini didorong agar diprioritaskan (mendapat KUR dari bank). Ini perlu didorong dalam situasi ini agar likuiditas ke masyarakat dan UMKM dilakukan," ujarnya.
Lebih lanjut, Airlangga ingin bank turut memainkan peran sebagai pemberi stimulus agar seluruh kalangan masyarakat dapat bergerak di tengah tekanan ekonomi dari wabah virus corona. Khususnya, para usaha kecil berbasis ekspor, substitusi impor, hingga kluster prioritas.
Penyebaran virus corona telah membuat sektor ekonomi melemah. Berbagai lembaga internasional pun meramalkan ekonomi dunia dan sejumlah negara akan menurun akibat tekanan ini.
Tak ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia terperosok jauh, pemerintah pun mengambil berbagai kebijakan untuk menopang perekonomian. Salah satunya dengan paket stimulus ekonomi berupa pengurangan pajak, diskon tiket, dan lainnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)