"Di PLN ada yang delay (tertunda). Pembangkit (listrik) kan banyak teknisi. Kalau (proses) kirim tidak ada persoalan, jalan. Tapi yang membutuhkan insyinyur China, yang betulkan sekrupnya, tidak bisa datang," ucapnya, Kamis (5/3).
Namun demikian, ia menyatakan jumlah proyek pembangkit yang terpaksa ditangguhkan tak signifikan. Meskipun tak merinci jumlahnya, ia meyakini pengerjaan proyek akan kembali berjalan normal pada kurun waktu satu hingga dua bulan mendatang sejalan dengan meredanya penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pembangkit listrik yang sudah dalam tahap konstruksi sebesar 22.739 MW atau 64 persen, tahap kontrak belum konstruksi sebesar 6.923 MW atau 19 persen, tahap pengadaan sebesar 1.279 MW atau 4 persen, dan tahap perencanaan sebesar 734 MW atau 2 persen.
Kondisi tersebut juga dipastikan tidak akan membebani investasi perusahaan setrum negara.
"Kan yang tanggung kayak IPP (Independent Power Producer/produsen listrik swasta) bukan PLN . Jadi selama belum commissioning belum punya PLN," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(agt/ulf/agt)