"Masih nunggu perpres," ucap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/3).
Menurut dia, ada dua perpres yang harus diterbitkan oleh pemerintah sebelum merilis kartu prakerja di tiga wilayah. Dua perpres itu mengenai kartu prakerja itu sendiri dan petugas pelaksana proyek (Project Manager Office/PMO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem itu juga akan dilakukan pelatihan dengan menggunakan aplikasi online, tapi pelatihannya sendiri bisa offline," terang Airlangga.
Ia bilang kartu prakerja akan menyasar dua juta penerima. Penerima itu terbagi atas dua kelompok.
[Gambas:Video CNN]
Kelompok pertama, 1,5 juta penerima yang mendaftar secara digital melalui situs perekrutan program. Sisanya, 500 ribu penerima akan dijaring secara manual melalui pendaftaran langsung seperti melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan yang dimiliki oleh kementerian/lembaga dan swasta.
Penerima manfaat kartu prakerja nantinya akan mendapatkan pelatihan dengan nilai Rp3 juta-Rp7 juta. Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp10 triliun untuk kartu prakerja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.