Dikutip dari CNN, media China Caixin mengungkap Purchasing Manager Index China anjlok menjadi 26,5 dari bulan sebelumnya sebesar 51,8. Angka ini yang terendah sejak survei dimulai pada 2005.
Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi, bukan pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan pun berjuang untuk mengisi pekerjaan karena pembatasan perjalanan.
"Wabah virus telah menempatkan pemerintah ke dalam situasi yang sulit," kata Raymond Yeung, Kepala Ekonom ANZ China.
Menurut Yeung, di satu sisi, pembatasan tenaga kerja adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus. Di sisi lain, langkah-langkah kesehatan menghambat kegiatan ekonomi.
Sementara produsen iPhone, Foxconn mengatakan pihaknya tidak mengharapkan produksi kembali normal sampai akhir Maret. Kepala Ekonom Macquarie Group China Larry Hu menyarankan bahwa negara itu dapat mengalami penurunan ekonomi bersejarah.
Data menunjukkan bahwa semuanya benar-benar buruk dan pemerintah bersedia melaporkannya. Hu memperkirakan pertumbuhan kuartal pertama diprediksi jauh di bawah estimasi awal. Saat ini estimasi berada di kisaran 4 persen. Turun dari 6 persen pada kuartal IV 2019.
"Bahkan mungkin bahwa pemerintah akan melaporkan pertumbuhan negatif untuk (kuartal pertama), pertama kalinya sejak akhir Revolusi Kebudayaan," tambahnya.
Hu menulis bahwa China kemungkinan akan memberlakukan lebih banyak langkah kebijakan untuk membantu perekonomian. Namun, dia menambahkan bahwa terlalu dini untuk mengharapkan paket stimulus besar dari Beijing.
"Dua minggu ke depan akan sangat penting untuk melacak jalur kasus virus corona baru yang dikonfirmasi dan laju normalisasi ekonomi," tulis Ning Zhang dan Tao Wang, ekonom UBS.
Data baru-baru ini menunjukkan bahwa upaya Beijing untuk meningkatkan lapangan kerja tahun ini dalam bahaya. Sektor jasa China mewakili sekitar 360 juta pekerjaan dan menyumbang 46 dari pasar tenaga kerja, menjadikannya sumber pekerjaan terbesar di negara itu.
[Gambas:Video CNN]
(age/sfr)