Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada 36 RPP dan tujuh Rperpres yang sedang digodok oleh kementerian/lembaga (K/L). Hal itu dilakukan secara paralel dengan proses pembahasan draf omnibus law RUU Cipta Kerja antara pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Drafnya sudah dibahas tapi tentu akan menyesuaikan dengan pasal-pasal yang disetujui oleh DPR," ucap Airlangga, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, draf RUU itu sendiri telah diserahkan pemerintah kepada DPR pada Rabu (12/2) lalu.
Meski belum ada pembahasan antara pemerintah dengan DPR, tapi sudah mendapatkan kritik keras dari buruh, salah satunya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Mereka menolak draf omnibus law RUU Cipta Kerja karena ada beberapa perubahan yang dianggap merugikan buruh. Salah satunya perhitungan upah minimum.
"Ada yang bilang UMP, ada tapi sebenarnya tidak dibutuhkan oleh buruh, kecuali untuk DKI Jakarta dan Yogayakarta. Di luar itu, UMP biasanya tidak digunakan. Kalau dipaksakan jadi turun," tutur Said.
Ia mencontohkan saat ini upah minimum di Kabupaten Bekasi sebesar Rp4,4 juta dan Karawang Rp4,5 juta. Namun, jika mengacu pada UMP Jawa Barat yang hanya Rp1,8 juta, artinya akan ada potensi pengurangan penghasilan bagi buruh usai Omnibus Law Cipta Kerja disahkan.
Selain itu, pemerintah juga mengubah formula perhitungan upah minimum dengan menghapus indikator inflasi. Penentuan upah minimum selanjutnya hanya berdasarkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
[Gambas:Video CNN]
Perubahan itu dikhawatirkan membuat pendapatan yang diterima buruh semakin kecil per bulannya. Dengan kata lain, kesejahteraan mereka juga akan berkurang.
Merespons hal itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengingatkan buruh bahwa draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja belum final. Pemerintah masih membuka ruang diskusi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja.
"Jangan takut ini bukan draf akhir, bukan. Ini baru rancangan. Saya memohon kepada teman-teman ayo ruang diskusi sudah dibuka, ada tim," pungkas Ida.