Presiden KSPI Said Iqbal mengaku dampak dari virus corona terhadap pekerja sudah dirasakan sejak lama. Ia menyebut pihaknya telah mendapatkan banyak laporan dan keluhan dari para pekerja khususnya pekerja kontrak di daerah wisata seperti Bali dan Lombok.
Laporan tersebut menyebutkan kinerja perusahaan yang lesu telah mengurangi jam kerja beberapa karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Said, apabila bisnis sektor pariwisata tidak dapat didongkrak kembali, pegawai kontrak memiliki potensi besar untuk tidak diperpanjang kontraknya dan pegawai tetap dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Sayangnya, Said belum dapat memastikan jumlah pasti para karyawan yang terancam di PHK itu. Ia menyebut pihaknya sedang menganalisa dan menghitung angka tersebut dengan membuat posko dampak virus corona untuk para pegawai dan masyarakat.
[Gambas:Video CNN]
" (Terkait jumlah pegawai) kami harus data lagi. Tapi sedang membuat posko dampak virus corona terhadap buruh, termasuk tenaga kerja asing. Kami akan mendata ulang terhadap dampak dan kemungkinan pekerja terpapar corona, ini praduga yang perlu di antisipasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun 7,62 persen pada Januari 2020. Penurunan terjadi akibat penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.
Mereka menyatakan kunjungan wisman menurun dari sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Australia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mencatat dengan penurunan tersebut jumlah kunjungan wisman hanya sebesar 1,27 juta pada Januari 2020. Jumlah itu lebih rendah dari Desember 2019 sebesar 1,37 juta kunjungan, meski sedikit lebih tinggi dari Januari 2019 sebanyak 1,2 juta kunjungan.
Lihat juga:Puluhan Pengusaha Vila di Bali PHK Karyawan |