Padahal, menurutnya, saat ini merupakan waktu krusial bagi pemerintah untuk unjuk gigi dalam menjaga stabilitas negara dengan langkah nyata. Misalnya, menyediakan masker gratis dari anggaran darurat tersebut.
"Respons pemerintah dengan adanya dinamika virus corona ini memang agak tidak jelas, ini yang akhirnya (mengakibatkan) sekarang kita terjebak pada dinamika panic buying," katanya pada Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut anggaran tersebut akan lebih tepat jika digunakan untuk memangkas beban operasional para pekerja wisata sehingga pemberhentian hubungan kerja (PHK) karyawan di sektor pariwisata dapat dihindari.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan dana Rp72 miliar dianggarkan mempromosikan wisata Indonesia, salah satunya dengan melibatkan influencer. Strategi itu diambil untuk menggaet wisatawan asing.
[Gambas:Video CNN]
Kebijakan ini adalah permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam dampak negatif dari virus corona terhadap perekonomian domestik. Pasalnya, wabah Covid-19 dirasa telah menginfeksi ketahanan ekonomi Indonesia.
Kemudian, pemerintah juga memutuskan memberikan diskon harga tiket pesawat hingga setengah harga kepada 25 persen penumpang per pesawat. Insentif yang berlaku sejak Maret hingga Mei 2020 tersebut menghabiskan Rp443,39 miliar dari APBN.