Ia menyayangkan keterlambatan pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok dan stabilisasi harga berbagai komoditas. Sebab, ini bukan kali pertama pemerintah gagal menjaga stok kebutuhan masyarakat di pasar.
"Kerugian konsumen akibat kelangkaan bawang putih pada Januari-Februari mencapai Rp200 miliar lebih, jadi kenapa aparat terlambat sekali menangani?" paparnya pada diskusi publik di Universitas Paramadina, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Produsen Es Krim Aice PHK 620 Buruh |
Di kesempatan yang sama, Bhima menilai pemerintah juga terlambat dalam mengamankan pasar dari fenomena panic buying atau pembelian panik. Menurutnya, langkanya stok alat kesehatan seperti masker kesehatan dan hand sanitizer adalah respon masyarakat akan komunikasi tak efektif ala pemerintah.
"Komunikasi pemerintah ini agak tidak jelas, hari sebelumnya Menko Polhukam bilang tidak ada virus corona lalu besoknya (Presiden) mengumumkan ada 2 WNI positif jadi pasar meresponnya tidak wajar, irasional," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan telah menerbitkan izin impor bawang putih sebanyak 25 ribu ton. Izin impor diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencukupi pasokan hingga menjelang bulan puasa dan Lebaran 2020.
"Masyarakat jangan khawatir, sulit untuk ke luar rumah sehingga terjadi kepanikan dalam berbelanja bahan pokok. Namun, saya imbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengambil sikap, termasuk untuk tidak melakukan panic buying," kata Agus pada Rabu (4/3).