Mengutip Antara, Jumat (6/4), minyak mentah berjangka Brent turun US$1,14 atau 2,2 persen ke posisi US$49,99 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 88 sen atau 1,9 persen menjadi US$45,9 per barel.
Wabah virus corona telah meluas ke beberapa negara di luar China. Korban meninggal akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 3.254 orang hingga Kamis (5/3). Sementara, infeksi virus corona secara global tercatat mencapai 95.124 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, lanjut sumber, Rusia mengindikasikan mereka akan mendukung perpanjangan pengurangan produksi. OPEC tengah berusaha membujuk Rusia untuk menambah pemangkasan produksi guna menopang harga. Rusia dikenal kerap memberikan kesepakatan pada menit terakhir.
[Gambas:Video CNN]
"Negosiasi OPEC+ besok cenderung lebih kontroversial. Risiko pandemi telah meningkat pada minggu lalu, dan ini dapat membujuk Rusia untuk menyetujui pemotongan tambahan," kata Analis Capital Economics.
Analis meramal pasar minyak global mengalami kelebihan pasokan pada kuartal II 2020 karena permintaan merosot. Senada, Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan pasar akan menghadapi surplus pasokan.
"OPEC dan non-OPEC perlu melakukan semua upaya untuk menyeimbangkan pasar," tandasnya. (ulf/bir)