Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan tekanan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat dikarenakan kinerja ekspor dan impor, termasuk juga investasi, dan sektor pariwisata.
"Memang, merebaknya covid-19 turut menahan laju ekonomi kuartal I 2020. Secara keseluruhan memberi dampak (tekanan) sekitar 0,15 persen," ujar Wiwiek di Medan, Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain, sambung dia, kinerja ekspor dan impor. China, selaku mitra dagang utama Sumut, yang selama ini berkontribusi masing-masing sebanyak 14 persen dan 29 persen.
Sementara, untuk produk impor, antara lain logam dengan kontribusi 21 persen, alat listrik 13 persen, bahan kimia 6 persen, buah-buahan 5 persen, dan pupuk 4 persen.
Untuk sektor pariwisata, sumbangan China hanya 3,43 persen atau 8.909 wisatawan dari total wisman yang menyambangi Sumut. Namun, dari sisi nilai mencapai US$11,68 juta. China merupakan wisman ketiga terbesar di Sumut setelah Malaysia dan Singapura, dengan tren kunjungan meningkat.
[Gambas:Video CNN]
(fnr/bir)