Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan penurunan harga minyak mentah Indonesia dilatarbelakangi oleh merosotnya permintaan di global. Hal ini karena pasar masih khawatir dengan penyebaran virus corona.
"Berlanjutnya penyebaran virus corona atau covid-19 di China dan meluasnya penyebaran virus ini ke berbagai negara, antara lain Korea Selatan, Italia, Iran, yang mengakibatkan kekhawatiran atas kondisi ekonomi global dan penurunan permintaan minyak mentah," ungkap Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"EIA melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS pada Februari 2020 sebesar 8,3 juta barel menjadi sebesar 443,3 juta barel dibandingkan Januari 2020," papar Tim Harga Minyak Indonesia.
Sementara, khusus di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga disebabkan oleh penyebaran virus corona. Wabah itu telah mengganggu aktivitas ekonomi di China.
[Gambas:Video CNN]
"Selain itu (penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi) melambatnya pertumbuhan ekonomi India," jelas Tim Harga Minyak Indonesia.
Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Februari 2020 dibandingkan Januari 2020:
- Dated Brent turun 12,7 persen menjadi US$55,44 per barel
- WTI (Nymex) turun 12,15 persen menjadi US$50,54 per barel
- Basket OPEC turun 14,33 persen menjadi US$55,77 per barel
- Brent (ICE) turun 12,86 persen menjadi US$55,48 per barel.