"Mungkin minggu depan sudah keluar semua. Lagipula yang kemarin-kemarin kan sudah keluar," ungkap Agus, Jumat (6/3).
Agus mengatakan realisasi impor bisa dilakukan lantaran kementeriannya sudah mengeluarkan persetujuan impor beberapa waktu lalu. Kementerian memperkirakan volume impor itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Mei 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Agus belum bisa membagi proyeksi kuota impor gula tambahan. "Ya nanti kami putuskan minggu depan," katanya.
Sementara Perum Bulog yang menjadi salah satu pengimpor gula mentah menyatakan realisasi impor akan dilangsungkan paling lambat sebelump puasa Ramadan yang jatuh pada akhir April 2020. Saat ini, perusahaan pelat merah itu masih memproses tahapan lelang kepada negara asal.
"Kami akan langsung umumkan (untuk lelang). Kami dapat (kuota) 29.750 ton. Paling dekat (akan impor) dari Thailand, Australia, atau India," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Bachtiar.
"Kami akan langsung umumkan (untuk lelang). Kami dapat (kuota) 29.750 ton. Paling dekat (akan impor) dari Thailand, Australia, atau India," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Bachtiar.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)