Yustinus Sadmoko, pengusaha daging sapi, mengungkapkan pasokan daging saat ini masih aman. Pasalnya, pemerintah tidak menutup keran impor daging sapi.
Meski begitu, Yustinus was-was masyarakat menghindari makan daging karena takut tertular virus lewat daging impor. Lalu, aktivitas sosialisasi masyarakat di luar rumah juga berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan season permintaan naik, pedagang mulai stok. Jadi belum terlalu terlihat pengaruh corona," tuturnya.
Di diskusi yang sama, Guru Besar Ekonomi Pertanian Unibersitas Lampung Bustanul Arifin mengatakan memang bahan pangan menjadi komoditas paling rentan saat ada wabah penyakit.
Lihat juga:Ekspor China Anjlok Imbas Virus Corona |
"Yang pasti terdampak duluan itu agriculture and food, 60 persen yang berhubungan zoonosis itu adanya di pertanian dan pangan toh. Zoonosis adalah penyakit yang awalnya disebabkan binatang," tutur Bustanul.
Guna menekan dampak itu, Bustanul menyarankan pemerintah menerapkan pengecekan ekstra terhadap distribusi bahan pangan. Terutama dari negara-negara terpapar virus corona. Pemerintah diminta melakukan karantina dan prosedur keamanan pangan dalam pengecekan kepabeaan.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan empat kasus penularan virus corona (Covid-19). Para pasien virus corona sedang dalam perawatan RSPI Sulianti Saroso di Jakarta.
[Gambas:Video CNN]
Hingga Jumat (6/3), WHO mencatat sudah ada 100.002 kasus penularan corona di 91 negara. Lebih dari 50 persen pasien yang terjangkit corona sudah dinyatakan sembuh.
Berdasarkan penelitian, penularan virus corona terjadi melalui kontak langsung. Selain itu penularan juga lebih mudah terjadi lewat butiran pernapasan yang menyebar lewat batuk dan bersin.
(dhf/sfr)