Namun, dia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbatas mengharuskan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mencari pendanaan lainnya. Contohnya adalah pendanaan lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
"Pelemahan perekonomian (akibat virus corona) tentu Indonesia tidak terkecuali, tapi kami harus yakin bahwa APBN harus tetap bisa fleksibel. Dalam arti, memberi dukungan terhadap ekonomi dan kegiatan masyarakat," ucap Suahasil, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Suahasil menyatakan fleksibilitas APBN akan diterapkan Kementerian Keuangan menyusul berbagai persoalan ekonomi yang terus datang sejak awal tahun. Mulai dari perang dagang antara AS-China, merebaknya kasus virus corona, hingga penurunan harga minyak mentah dunia.
Dia menyebut pemerintah akan terus mendorong stimulus untuk menopang dunia usaha di tengah lesunya ekonomi saat ini.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, harga minyak mentah dunia jatuh ke posisi terendah lebih dari 11 tahun terakhir pada perdagangan minggu lalu. Minyak mentah berjangka Brent terjun US$4,72 atau 9,4 persen ke posisi US$45,27 per barel.
Sementara, seperti dilansir Antara, Senin (9/3), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok US$4,62 atau 10,1 persen menjadi US$41,28 per barel. Harga ini merupakan yang terendah sejak Agustus 2016 lalu. (wel/agt)