Pedagang Pasar Johar Akan Direlokasi ke Pasar Tommy Soeharto

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 09:24 WIB
Pemkab Karawang akan merelokasi pedagang pasar beras Johar ke Pasar Induk Modern Berkarya milik Tommy Soeharto. Pemkab Karawang akan merelokasi pedagang pasar beras Johar ke Pasar Induk Modern Berkarya milik Tommy Soeharto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berencana merelokasi para pedagang pasar beras Johar ke Pasar Induk Modern Berkarya di Cikampek. Pasar induk ini akan dibangun oleh Hutomo Mandala Putra atawa Tommy Soeharto.

"(Pasar Induk Modern Berkarya) pasti akan mengurangi beban di Pasar Beras Johan yang setiap hari macet akibat aktivitas bongkar-muat beras," tutur Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Karawang, seperti dilansir Antara, Kamis (12/3).

Selama ini, ia melanjutkan, penanganan Pasar Beras Johan cukup merepotkan. Bongkar-muat beras dilakukan di jalan umum, yaitu Jalan Wirasaba.


"(Selama ini) saya belum ada kesempatan untuk merelokasi. Sempat di jalan baru pada saat itu, Tapi tidak jadi," terang dia.

Untuk rencana relokasi, Cellica mengaku bakal berkomunikasi dengan para pedagang pasar di Johan. Pasar Induk Modern Berkarya saat ini masih dalam proses dibangun di atas lahan seluas 12 hektare (ha).

Tommy Soeharto membangun melalui PT Mandalapratama Permai. Ia berperan sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut. Disebutkan nilai investasi pasar induk sebesar ratusan miliar.

Putra mantan presiden Soeharto itu bilang pasar induk yang dibangun memiliki konsep modern dan mengusung tema zero waste. Artinya, seluruh sampah yang dihasilkan di pasar induk akan diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi.

"Semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran di kawasan ini," imbuh Tommy.

Sesuai dengan perencanaannya, di pasar induk tersebut akan menyediakan 4.264 kios dan dapat menyerap sekitar 14 ribu tenaga kerja. "Targetnya, kurang dari 18 bulan ke depan sudah bisa beroperasi," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(bir)