Ia bercerita sempat membelikan durian dengan harga yang tak murah untuk sang istri sebagai kado ulang tahun. Namun, setelah dicicipi, rasanya tidak enak.
"Permintaan dari China besar sekali. Tapi, durian dari Indonesia itu ada yang enak, ada yang tidak enak, campur-campur. Saya pernah beli durian mahal, harga mahal, barang saya lihat bagus, tapi rasa tidak enak," ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi barangnya tidak ada. Harusnya kan ada. Dari HKTI hanya satu atau dua (petani) yang memiliki kebun manggis, ya memang tidak perlu banyak-banyak, tidak perlu 100 ribu hektare (ha), tapi 5 ribu ha cukup," jelas Jokowi.
Menurutnya, hanya sedikit petani yang menggarap kebun manggis dan durian. Sementara, mayoritas petani justru memilih mengembangkan kebun karet dan sawit karena dinilai lebih menguntungkan.
Ia meminta petani di Indonesia juga mengembangkan kebun yang berisikan buah tropis, seperti manggis dan durian. Hal ini agar produksi di sektor pertanian juga lebih merata.
"Buah tropis kan diminati negara-negara lain tuh banyak," pungkas Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)