Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Benny Soetrisno mengatakan data yang dimilikinya, asosiasi memiliki pasokan gula sebanyak 1,08 juta ton pada awal tahun kemarin. Dengan persediaan tersebut harusnya gula cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Ramadan nanti.
Namun kenyataannya, Kadin menemukan gula di pasar langka sehingga harganya melonjak tajam. "Kalau angka ada stok 1 juta ton lebih, masyarakat konsumsi gula itu sekitar 200 ribu ton (per bulan), harusnya (harga) tidak naik. Kalau sekarang naik, kan berarti stoknya kurang," kata Benny di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia hanya mengatakan karena stok itulah, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian beberapa waktu lalu mengeluarkan rekomendasi impor 495 ribu ton gula. "Itu perlu dimonitor apakah sudah datang semua. Kalau sudah datang, stok cukup, insya Allah harga kembali normal," katanya.
Harga gula pasir belakangan ini melambung tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga rata-rata gula pasir pada Kamis (13/3) mencapai Rp16.500 per kilogram (kg) sementara gula kualitas premium mencapai Rp16.550 per kg.
[Gambas:Video CNN]
Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga gula konsumsi eceran sudah mencapai Rp17 ribu per kg. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta kepada para distributor gula pasir untuk segera melepas pasokan mereka ke pasar. Permintaan ia sampaikan agar harga gula yang belakangan ini melambung tinggi bisa segera ditekan.
Ia mengatakan berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Perdagangan, saat ini ada pasokan gula di pasar 160 ribu ton. "Kami minta yang pegang itu (gula pasir) untuk dipercepat pengeluarannya. Tidak ada alasan lagi untuk di-hold (ditahan)," ucapnya di Jakarta, Rabu (11/3) kemarin.
(ara/agt)