Ia bilang sejumlah maskapai penerbangan tertekan karena seluruh dunia membatalkan penerbangan dan mengubah operasionalnya. Industri ini berpotensi kehilangan sampai ratusan miliar dolar AS.
Di pasar modal, harga saham emiten maskapai kelas kakap terjerembab. Sebut saja, Lufthansa (DLAKF) rontok 14 persen pada perdagangan Kamis (12/3) waktu AS. Koreksi itu membuat saham maskapai Jerman tersebut tergelincir hingga 47 persen sejak awal tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebut maskapai penerbangan butuh langkah darurat untuk melewati krisis akibat covid-19. Mereka mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan perpanjangan tenor kredit, mengurangi biaya infrastruktur, termasuk pengurangan pajak demi meringankan beban maskapai.
CEO Norwegian Air Jacob Schram mengatakan pembatasan penerbangan menambah tekanan pada situasi yang sebelumnya sudah sulit akibat penyebaran virus corona.
"Kami mendesak pemerintah bertindak sekarang untuk memastikan bahwa industri penerbangan dapat melindungi pekerjaannya, dan menjadi bagian penting dari pemulihan ekonomi global," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Risiko Pekerja
CEO Asosiasi Perjalanan AS Roger Dow mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah agresif untuk melindungi tenaga kerja AS. Ia mengungkapkan sebanyak 15,7 juta orang AS bekerja pada industri perjalanan.
"Menghentikan perjalanan dari Eropa akan memperburuk dampak virus corona yang sebelumnya memang sudah berat," tuturnya.
Pekan lalu, IATA memprediksi maskapai global akan kehilangan penjualan US$113 miliar tahun ini jika virus corona terus menyebar. Kondisi ini mirip dengan kerugian industri penerbangan selama krisis keuangan global pada 2008. Namun, IATA mengatakan kerugian dapat bertambah setelah larangan Trump menjadi US$20,6 miliar.
Operator lebih kecil, lanjut IATA, paling rentan terhadap guncangan permintaan akibat virus corona. Misalnya, maskapai UK Flybe yang kolaps pada awal bulan ini. Maskapai kecil yang tidak mendapat dukungan dari investor atau pemerintah diprediksi bernasib sama dengan Flybe.
Selain itu, maskapai tersebut menjadi target pengambilalihan oleh maskapai yang lebih besar. Potensi ini paling besar terjadi di Eropa karena konsolidasi industri sedang berlangsung.
"Kami telah melihat Flybe jatuh. Pukulan terakhir ini bisa mendorong maskapai lain ke arah yang sama," kata Presiden IATA Alexandre de Juniac. (ulf/bir)