Utang tersebut tumbuh 7,5 persen jika dibandingkan dengan Desember 2019. Utang tersebut tumbuh melambat jika dibandingkan dengan November 2019 yang naik 7,7 persen.
Data Bank Indonesia, utang tersebut dihimpun oleh sektor swasta, termasuk BUMN sebesar US$203 miliar. Selain itu, utang juga berasal dari pemerintah dan bank sentral sebesar US$207,8 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi utang luar negeri pemerintah pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar 204,9 miliar atau tumbuh 9,5 persen. Perkembangan utang luar negeri tersebut didominasi oleh arus dana investor nonresiden di pasar Surat Berharga Nasional (SBN), termasuk dari penerbitan obligasi global dalam mata uang USD dan Euro.
Penerbitan obligasi global merupakan bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang relatif stabil dan persepsi positif yang kuat dari investor pada awal tahun.
[Gambas:Video CNN]
Meskipun meningkat, BI menyatakan struktur utang luar negeri Indonesia masih cukup sehat. Kondisi tersebut tercermin dari rasio utang luar negeri terhadap produksi domestik bruto (PDB) yang pada Januari kemarin sebesar 36 persen.
Rasio tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya. Di samping itu, kesehatan juga tercermin dari struktur utang luar negeri.
Data BI menunjukkan 89,3 persen utang luar negeri Indonesia berjangka panjang. Meskipun sehat BI menyatakan pemerintah dan BI akan terus berkoordinasi memantau perkembangan utang tersebut.