"Usahakan, beritahukan kepada perusahaan-perusahaan agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja baik Menteri Perindustrian, baik Menteri UKM, yang berkaitan dengan ini," tutur Jokowi dalam Rapat Terbatas Percepatan Agenda Kerja Kementerian melalui konferensi video dari Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3).
Jokowi mengungkapkan perekonomian Indonesia saat ini tengah berada di situasi yang tidak biasa. Selain persoalan ekonomi global yang melambat, Indonesia juga menghadapi pandemi covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, kegiatan yang dibuat harus tepat sasaran sehingga bisa mengurangi pergerakan dan menekan kemungkinan penyebaran virus corona lebih lanjut.
Dampak wabah covid-19 sendiri sudah terasa di sektor pariwisata RI. Beberapa waktu lalu, pengusaha agen perjalanan sudah mempertimbangkan untuk mengambil langkah PHK. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menyebut penjualan industri anjlok hingga 80 persen selama periode Januari-Februari 2020.
[Gambas:Video CNN]
Secara terpisah, Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Ashok Kumar mengungkap beberapa hotel di kawasan Banten mulai merumahkan para pekerjanya karena sepi.
Dia menyebut untuk hotel-hotel di pesisir pantai yang biasanya meraup pemesanan di atas 50 persen, kini hanya mengantongi okupansi sebesar 20 persen. Bahkan, bisnis perhotelan di jantung kota Banten pun ikut rontok, hotel yang rata-rata diisi 70 persen wisman kini harus puas dengan angka 20-30 persen pemesanan.
"Karyawan sudah ada yang dicutikan dan diliburkan, okupansi sudah rontok. Walau (wisman) sudah bayar uang muka tapi tetap dibatalkan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com pada Senin (16/3).