Dilansir dari CNN, memo internal perusahaan yang berasal dari CEO Air New Zealand Greg Foran mengungkap perusahaan harus menekan jumlah karyawan untuk mengurangi biaya operasi internasional.
"Salah satu kenyataan pahit yang kami hadapi adalah bahwa kami membutuhkan lebih sedikit Air New Zealand. Berdasarkan yang kami lihat hari ini dari 12.500 tenaga kerja, kami akan mengurangi sekitar 30 persen," ujar memo internal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa bulan mendatang kami akan mengurangi 1.500 hingga 2.000 pekerjaan," kata Elbers dalam pesan video yang diposting di situs web KLM dikutip dari AFP.
Pejabat tinggi maskapai itu mengatakan pemutusan hubungan kerja termasuk pekerja paruh waktu. KLM meramalkan bahwa jumlah penerbangan akan turun 20 persen pada Maret dan 30 persen pada April karena penghentian sementara penerbangan ke China dan Italia sebagai akibat dari wabah COVID-19.
Maskapai pun memperkirakan akan kehilangan sekitar 150 juta euro hingga 200 juta euro hingga April mendatang.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)