"Kami tidak mau penumpang itu dalam kereta api, MRT misalnya berdesak-desakkan karena itu salah satu (jalan) penularan dari corona," tutur Luhut dalam siaran langsung akun Youtube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Senin (16/3).
Luhut telah menyampaikan arahan tersebut kepada operator dalam rapat yang digelar sore ini. Arahan tersebut, sambung dia, sudah menjadi kesepakatan hasil rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia juga menegaskan keputusan daerah terkait angkutan umum harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kemenhub. Menurut dia, kerumunan masyarakat di halte Transjakarta seharusnya dapat dicegah. Misalnya, dengan penambahan frekuensi bus Transjakarta.
"Dengan penambahan frekuensi, artinya kami akan memperpendek kedatangan bus (headway). Dengan pembatasan operasi, kami harapkan juga masyarakat dapat menyesuaikan waktu pulang ke rumah masing-masing," imbuh Budi.
Sementara itu setelah dievaluasi Pemprov DKI Jakarta, operator transportasi umum yakni PT Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta pun mengoreksi pembatasan moda dan operasional yang berlaku mulai Selasa (17/3).
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)