Total paket yang dipersiapkan kemungkinan menembus US$1 triliun. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak sebesar US$300 miliar.
Secara rinci, paket US$500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$500 sisanya akan diberikan kepada UKM. Tak ketinggalan industri penerbangan juga akan menerima suntikan dana sebesar US$50 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah menyelamatkan ekonomi Negeri Paman Sam tidak hanya dilakukan pemerintahan Trump. Kebijakan sama juga dilakukan bank sentral AS The Fed.
Untuk meredam dampak virus corona, mereka telah memangkas bungan pinjaman menjadi 0 persen. Selain itu, mereka juga meningkatkan pembelian surat utang negara dan menyuntikkan dana tunai besar-besaran kepada pasar uang.
[Gambas:Video CNN]
Tak ketinggalan, The Fed meluncurkan dua fasilitas kredit untuk memastikan rumah tangga dan bisnis dapat bertahan. "Dengan memastikan kelancaran fungsi pasar, khususnya di saat genting, bank sentral memberikan kredit untuk mendukung keluarga, bisnis, dan pekerjaan lintas ekonomi," tulis The Fed dalam surat resmi.
Ekonom Berenberg Capital Markets Mickey Levy memuji langkah The Fed tersebut. Menurutnya langkah itu penting untuk memastikan perusahaan dapat membayar tagihan dan gaji pekerja.
"Kali ini tampaknya akan berbeda, aksi agresif The Fed akan mencapai hasil cepat, bahkan di saat pandemi menekan ekonomi," pujinya.