Jika apa yang disyaratkan tak dilakukan, maka insentif akan dicabut dan industri tersebut akan diberikan sanksi. "Saya minta evaluasi secara berkala terhadap industri yang diberikan insentif. Harus ada disinsentif, harus ada sanksi, sehingga performa industri sesuai dengan yang diinginkan," ucap Jokowi, Rabu (18/3).
Ia menyatakan industri yang akan mendapatkan insentif wajib meningkatkan kapasitas produksi dan investasi barunya di dalam negeri. Selain itu, perusahaan juga harus bekerja efisien agar melahirkan produk yang lebih kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Jokowi memberikan tenggat waktu penurunan harga gas industri sampai Maret 2020. Pemerintah sejauh ini masing menimbang opsi mana yang akan diimplementasikan demi menurunkan harga gas untuk industri.
Sekadar mengingatkan, penurunan harga gas industri sebenarnya sudah diperintahkan Jokowi sejak 2016. Demi merealisasikan hal itu, Jokowi merilis Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.
Perpres tersebut sebenarnya sudah mengatur harga gas untuk industri sebesar US$6 MMBTU. Namun, amanat perpres itu belum dilaksanakan pemerintah sepenuhnya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)