Luhut mengatakan persetujuan itu didapat usai rapat dengan Chevron, Kementerian ESDM, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Rapat digelar belum lama ini.
"Kami sepakat bahwa Chevron akan meneruskan proyek ini sampai selesai di Agustus tahun depan," ucap Luhut, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Chevron enggan melanjutkan pengelolaan minyak di Blok Rokan karena kontrak akan segera berakhir pada tahun depan. Hal ini membuat perusahaan tidak lagi menambah aktivitas pengeboran sumur, di mana pengeboran terakhir dilakukan pada 2018.
Sementara SKK Migas memberi restu ke Pertamina untuk mengambil alih pengelolaan Blok Rokan karena memberi tawaran hasil yang lebih baik. Pertamina sendiri mengklaim akan menyisihkan sebagian dari belanja modal (capital expenditure/capex) yang mencapai US$8 miliar atau berkisar Rp112,64 triliun untuk pengelolaan Blok Rokan.
[Gambas:Video CNN]
(agt)